ACTRESS VIDEO

Adsense Indonesia

LINK EXCHANGES

Blog Archive

Custom Search
Showing posts with label Pra Piala Dunia 2014. Show all posts
Showing posts with label Pra Piala Dunia 2014. Show all posts

Piala Dunia 2014 Indonesia Dikalahkan Iran 0-3




Tim nasional Indonesia tak berhasil mencuri poin pada partai perdananya di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Bertandang ke markas Iran, tim Garuda takluk 0-3.

Bertanding di Azadi Stadium, Jumat (2/9/2011) malam WIB, Indonesia tak bisa menurunkan kekuatan terbaik. Boaz Solossa, Ahmad Bustomi, dan Muhammad Nasuha absen dengan alasan beragam.

Meski demikian, tim 'Merah Putih' masih mampu menahan serangan-serangan tuan rumah pada babak pertama. Hingga turun minum, skor 0-0 belum berubah.

Pada babak kedua, pertahanan Indonesia goyah juga. Tiga gol pun bersarang di gawang Markus Horison. Dua lewat sundulan Javad Nekounam, satu lainnya oleh Andranik Teymourian.

Dengan kekalahan ini, Indonesia untuk sementara menghuni posisi juru kunci Grup E dengan poin nol. Iran di puncak klasemen dengan poin tiga.



Jalannya pertandingan

Pada menit-menit awal, tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola dan mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Tapi, Markus Horison dan bek-bek Indonesia masih mampu menangkalnya.

Pada menit ke-23, sebuah pelanggaran di depan kotak penalti Indonesia berbuah tendangan bebas untuk Iran. Tapi, eksekusi Javad Nekounam masih melambung.

Empat menit berselang, gawang Markus kembali terancam. Kali ini, sepakan keras Ghasem Hadadifar yang masih melenceng di samping gawang.

Menit ke-31, upaya Mohammad Reza Khalatbari juga belum membuahkan hasil. Sontekannya meneruskan umpan silang Mehrdad Pooladi masih melambung tipis.

Lima menit kemudian, Indonesia mendapatkan peluang. Kerja sama Cristian Gonzales dan Bambang Pamungkas dituntaskan oleh nama terakhir dengan sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Tapi, bola masih melambung.

Iran sepertinya benar-benar berusaha memanfaatkan keunggulan postur mereka. Pada menit ke-39, sundulan Farhad Majadi masih belum menemui sasaran.

Dua menit jelang jeda, Markus berhasil menyelamatkan gawang Indonesia. Tendangan bebas Nekounam bisa dibaca dengan baik oleh kiper berkepala pelontos ini.

Hingga babak pertama usai, skor masih 0-0.

Pada awal babak kedua, taktik Iran masih sama. Mereka masih mengandalkan umpan-umpan silang ke mulut gawang Indonesia.

Taktik ini berbuah gol pada menit ke-53. Menyambut tendangan bebas rekannya, Nekounam berhasil menyundul bola dan mengarahkannya ke pojok gawang Markus.

Pada menit ke-61, Muhammad Ilham melakukan aksi individu dari lini tengah. Setelah melewati beberapa pemain, dia melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Hasilnya? bola masih melambung.

Dua menit berselang, Gholam Reza Rezaei menjajal peruntungannya. Tapi, tendangannya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Markus.

Indonesia kebobolan lagi pada menit ke-74. Bermula dari tendangan bebas Andranik Teymourian, sundulan Nekounam lagi-lagi bersarang di gawang Markus.

Empat menit jelang berakhirnya waktu normal, giliran Teymourian yang menjebol gawang Indonesia. Tembakan kerasnya meneruskan operan Mohammad Hosseini tak mampu diantisipasi oleh Markus.

Susunan pemain:
Iran: Mahdi Rahmati, Khosro Heidari, Jalal Hosseini, Hadi Aghili, Javad Nekounam, Ghasem Hadadifar (Andranik Teymourian 70'), Mehrdad Pooladi, Farhad Majidi, Ali Karimi, Mohammad Reza Khalatbari (Ehsan Haji Safi 65'), Gholam Reza Rezaei (Mohammad Hosseini 64')

Indonesia: Markus Horison, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, Muhammad Roby, Hamka Hamzah, Hariono (Tony Sucipto 78'), Firman Utina (Oktovianus Maniani 81'), Muhammad Ridwan, Muhammad Ilham (Irfan Bachdim 61'), Bambang Pamungkas, Cristian Gonzales

detikSport

10:43 | 0 comments | Read More

Jelang Iran vs Indonesia : Indonesia Lawan Terberat Iran




Pelatih Iran, Carlos Queiroz, menyebut Indonesia sebagai tim yang berbahaya dan merupakan lawan terberat. Pria asal Portugal ini pun berharap suporter Iran bisa membantu timnya menang.

Di atas kertas, Indonesia adalah tim yang paling tidak diunggulkan di antara negara-negara yang menghuni Grup E di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Berdasarkan rangking FIFA, tim 'Merah Putih' memang menghuni urutan paling rendah dibandingkan Iran, Qatar, dan Bahrain.

Namun, Queiroz tak terlalu memikirkan hal-hal tersebut. Baginya, Indonesia tetaplah lawan yang paling berat.



"Indonesia saat ini adalah lawan terberat di grup, karena lawan pertama kita adalah mereka, bukan Qatar atau Bahrain atau Brasil atau Argentina. Saya tidak peduli dengan mereka. Saat ini yang berpeluang untuk mengambil poin dari kita adalah Indonesia," kata Queiroz dalam rilis yang diterima detikSport.

"Saya sudah lihat rekaman pertandingan mereka dan mendapat laporan hasil scouting. Mereka bermain bagus dan menyerang. Apalagi, tidak seperti kita yang terlambat mempersiapkan diri karena liga masih berjalan, mereka memiliki banyak waktu untuk fokus di timnas," tambah mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United ini.

"Mereka adalah tim berbahaya. Karena itu, saya harap fans dan pers datang besok ke stadion untuk membantu kita menang. Kita semua butuh menang besok," pungkas dia.

detikSport

08:29 | 0 comments | Read More

Jelang Iran vs Indonesia: Rijsbergen Janjikan Perlawanan Sengit




Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, menegaskan bahwa pasukannya akan berjuang semaksimal mungkin saat bertemu Iran. Meski lawan lebih diunggulkan, dia tetap menjanjikan perlawanan sengit.

Indonesia akan dijamu Iran di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Jumat (2/9/2011) malam WIB. Laga perdana di Grup E itu akan digelar di Azadi Stadium, Tehran.

Dengan materi pemain yang mereka miliki, Iran lebih diunggulkan. Apalagi, skuad asuhan Carlos Queiroz itu akan bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri. Meski begitu, Rijsbergen tak mau menyerah begitu saja.

"Kesan pertama ketika mendapat kabar drawing grup, saya pikir Iran adalah yang terkuat di grup ini dan memiliki sejarah timnas yang baik. Saya juga mengenal pelatihnya. Jelas bersama dia, Iran potensial untuk menjadi lebih baik. Namun, kami datang ke sini tidak untuk memberi kalian tiga poin begitu saja. Kami akan memberi perlawanan sengit," ujar Rijsbergen



"Pertandingan nanti akan sangat sulit. Saya baru dua bulan melatih timnas Indonesia dan kini kami berada di peringkat 131 dunia. Inilah saat terbaik bagi tim untuk melihat sejauh mana kualitas permainan mereka di dunia dan jelas ini akan menjadi materi pembelajaran untuk ke depannya. Semoga kami berhasil mengambil poin dalam pertandingan nanti," harapnya.

Rijsbergen juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengkhawatirkan teror dari suporter tuan rumah.

"Jelas tuan rumah akan memetik keuntungan dari pemain ke-12, selalu seperti itu. Begitu juga dengan di Indonesia, kami memiliki stadion sangat indah dengan suporter luar biasa yang memenuhi stadion," kata pria asal Belanda ini.

Dalam pertandingan kontra Iran, Indonesia tak akan bisa menurunkan Boaz Solossa, Ahmad Bustomi, dan Muhammad Nasuha. Boaz tengah menyelesaikan masalah keluarganya di Papua, Bustomi cedera, sedangkan Nasuha terkena akumulasi kartu.

"Ada satu pemain bagus kami yang sayang sekali tidak bisa tampil nanti karena akumulasi kartu, dan sisanya tidak ikut ke Iran. Namun pemain yang kami bawa ke sini juga merupakan materi terbaik. Lihat saja nanti hasilnya seperti apa," jelas Rijsbergen.

detikSport

08:25 | 0 comments | Read More

Jelang Iran vs Indonesia: 'Merah Putih' Datang Bukan untuk Kalah




Bambang Pamungkas mengakui bahwa Iran adalah tim yang kuat. Tapi, kapten timnas Indonesia ini menegaskan bahwa dia dan rekan-rekannya datang bukan untuk menelan kekalahan.

Indonesia akan menjalani laga perdana putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia pada Jumat (2/9/2011). Tim Garuda akan dijamu Iran di Azadi Stadium, Tehran.

"Iran adalah tim kuat, tapi kami datang ke sini bukan untuk kalah. Kami datang untuk mendapatkan poin," cetus Bambang



"Kita lihat saja di 90 menit pertandingan nanti. Tim terbaiklah yang akan menang. Jelas kami akan berusaha untuk mendapat hasil terbaik," tegas penyerang yang akrab disapa Bepe ini.

Bepe mengakui bahwa situasi persepakbolaan Iran lebih baik daripada Indonesia. Namun, dia tetap berharap Indonesia suatu saat nanti bisa menyamai level negara Timur Tengah itu.

"Sulit untuk membandingkan Iran dengan kami. Iran memiliki liga yang stabil, sementara kami tengah dalam masa transisi untuk membuat liga baru dengan kepengurusan federasi yang baru untuk menuju sepakbola yang lebih baik," ujar pemain Persija Jakarta ini.

"Tahun 1938 kami pernah berlaga di Piala Dunia. Akan ada saatnya lagi dimana nanti hasil dari masa transisi ini yang akan membawa kami menjadi salah satu tim kuat Asia," tandasnya

detikSport

08:18 | 0 comments | Read More

Indonesia Kalah 0 : 1 Lawan Yordania, Wim Rijsbergen Belum Mampu Terapkan Total Football




Kekalahan 0-1 Timnas Indonesia dari Yordania pada pertandingan persahabatan di Amman International Stadium pada Minggu (28/8/2011) dini hari tadi, harus jadi koreksi bagi pelatih anyar Tim Merah Putih, Wim Rijsbergen.

Pelatih asal Belanda ini ditunjuk PSSI menggantikan Alfred Riedl dengan iming-iming akan menjadikan Timnas Indonesia bermain menyerang dengan filosofi total football sebagaimana faham sepak bola yang dianut Belanda.

Namun, fakta di lapangan belum menunjukkan hasil tersebut meski Wim telah dua bulan melatih Firman Utina dkk.



Saat laga melawan Yordania, Wim menerapkan strategi permainan tanggung; bahkan bisa dikatakan sangat kurang memperhatikan aspek penyerangan sebagaimana yang menjadi ciri khas total football.

Timnas bermain cenderung bertahan namun inipun gagal karena kebobolan pada menit 49 lewat gol dari Abdullah Deeb. Setelah gol itu, barulah Indonesia berusaha menyerang. Serangan tak efektif karena ada jarak yang lebar antar pemain di lini pertahanan, tengah, dan lini depan.

Akibatnya, permainan Indonesia terlihat sangat nanggung. Strategi seperti ini memang sah-sah saja diterapkan, demi tujuan mendapatkan satu poin di kandang Iran yang akan jadi lawan selanjutnya di pertandingan resmi Pra-Piala Dunia, 2 September mendatang.

Namun, bisa juga dinilai kurang memuaskan karena pasukan Garuda kehilangan karakter permainan indah yang sebelum ini sudah mulai mempertontonkan keseimbangan pertahanan dan penyerangan.

Indonesia sejatinya bisa saja menerapkan strategi bertahan untuk mendapat satu poin dari kandang lawan, tapi sepak bola selalu memberi harapan untuk menang, misalnya dengan menerapkan strategi serangan balik.

Strategi counter attack ini yang tidak tampak saat laga uji coba melawan Yordania. Saking fokusnya pada pertahanan, dua penyerang Cristian Gonzalez dan Bambang Pamungkas bahkan ikut bertahan baik lewat lini tengah maupun belakang yang sebenarnya bukan areal operasi keduanya.

PAda suatu momen Gonzalez sempat terlihat kebingungan saat menerima bola di lini tengah. Sebab, di tidak menemukan ada rekan yang membuka ruang guna mendukung serangan.

Secara keseluruhan, laga Yordania kontra Indonesia berlangsung sangat monoton, khususnya dalam hal serangan ke jantung pertahanan musuh. Situasi seperti ini diharapkan tidak terjadi saat Timnas Indonesia melawan Iran nanti

TRIBUNNEWS

03:50 | 0 comments | Read More

Uji Coba Yordania Vs Indonesia, Abdullah Deeb Permalukan Indonesia, 1-0




Baru saja empat menit waktu bergulir di babak kedua, Yordania mampu menggetarkan gawang Indonesia yang dijaga Markus Horison pada menit ke-49 lewat sepak pojok Abdullah Deeb.

Hadiah sepak pojok yang diberikan wasit mampu dimanfaatkan Timnas Yordania. Tendangan pojok Abdullah Deeb langsung bergulir kepojok jauh tiang gawang sebelah kanan sampai akhirnya membentur tiang gawang dan langsung gol.

Gol langka tersebut tidak mampu diantisipasi Markus Horison, sehingga skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Yordania.



Gol langka tersebut tidak mampu diantisipasi Markus Horison, sehingga skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Yordania.

Permainan pada babak ke dua tidak banyak berubah. Tempo permainan berlangsung dalam tempo yang sedang. Namun, setelah gol tersebut Yordania terlihat lebih percaya diri sehingga bola banyak dikuasai para pemain.

TRIBUNNEWS

03:48 | 0 comments | Read More

Indonesia Kalah 0 : 1 Lawan Yordania, Unggulkah Lawan Iran?




Pertandingan uji coba antara Indonesia melawan Yordania di Amman International Stadium, Minggu (28/8/2011) harus menelan ludah pahit setelah timnas Indonesia kalah 1-0.

Gol tunggal Abdullah Deeb di menit ke-49 lewat hadiah sepak pojok yang diberikan wasit tidak berubah sampai peluit panjang dibunyikan.

Tendangan pojok Abdullah Deeb langsung bergulir kepojok jauh tiang gawang sebelah kanan sampai akhirnya membentur tiang gawang dan langsung gol.



Gol langka tersebut tidak mampu diantisipasi Markus Horison, sehingga skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Yordania.

Permainan pada babak ke dua tidak banyak berubah. Tempo permainan berlangsung dalam tempo yang sedang. Namun, setelah gol tersebut Yordania terlihat lebih percaya diri sehingga bola banyak dikuasai para pemain Yordania.

Setelah laga ini, Indonesia akan terbang ke Iran untuk menantang tim Ahmadinejad pada tanggal 2 September 2011. Dalam pertandingan ini Indonesia terpaksa menarik Ferry Rotinsulu dan Bambang Pamungkas karena mengalami cedera yang lumayan serius.

Pertandingan kali ini akan menjadi sebuah gambaran bagaimana nanti Indonesia melawan Iran yang mempunyai prestasi lebih baik daripada Yordania.

TRIBUNNEWS

03:44 | 0 comments | Read More

Profil Tim Indonesia di Homeless World Cup 2011




Tim sepakbola Rumah Cemara tampaknya masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Melalui ajang Homeless World Cup 2011 di Paris, Prancis, Drajat Ginanjar cs ingin membuktikan diri bahwa orang yang sempat terpuruk juga mampu mengharumkan nama bangsa di dunia.

Homeless World Cup merupakan kompetisi tahunan street soccer dengan peserta tim dari 64 negara, yang mengusung isu sosial masing-masing. Untuk kali pertama, Indonesia mengirim delegasinya diwakili oleh tim sepakbola Rumah Cemara.



Selain sebagai lembaga swadaya masyarakat yang memberikan payung perlindungan bagi penderita HIV-AIDS di Indonesia, Rumah Cemara juga merupakan national organizer yang ditunjuk oleh Homeless World Cup untuk Indonesia.

Kesulitan Dana
Sebenarnya, sejak 2009 Rumah Cemara sudah mendapat undangan mengikuti event yang digelar perdana di Austria, pada 2003 lalu. Lantaran terkendala masalah pendanaan, Rumah Cemara gagal mengirimkan tim ke kompetisi 2010 yang dilangsungkan di Rio de Jenairo, Brasil.

Tak sedikit proposal yang diajukan ke berbagai pihak, seperti kemenpora, gubernur Jawa Barat, walikota Bandung di mana mereka berdomisili, hingga pihak-pihak swasta, demi menggaet dukungan berupa finansial. Karena pada saat itu Homeless World Cup belum familiar di Tanah Air, tak heran jika banyak yang tidak bersedia menjadi sponsor.

“Waktu itu, hanya kemenkes (kementrian kesehatan) yang merespon dan itupun hanya berupa surat balasan,” ungkap Humas Rumah Cemara, Bonang, saat dihubungi VIVAnews, Kamis 25 Agustus 2011.

Pantang putus asa, Rumah Cemara tetap gigih berjuang demi memberangkatkan tim sepakbola ke Homeless World Cup. Jalan pun mulai terbuka, ketika salah satu rekan mereka menjadi bintang tamu di acara talk show 'Kick Andy' Metro TV. Kesempatan itu mereka manfaatkan untuk menitipkan proposal dan usaha tersebut berhasil.

Acara tersebut telah menghubungkan Rumah Cemara dengan pihak swasta, yang merupakan salah satu brand terbesar di Indonesia (Sido Muncul). Tak tanggung-tanggung, dana senilai Rp150 juta mereka gelontorkan, yang akhirnya merangsang pihak lain untuk memberika dukungan secara finansial.

“Kemenpora memberikan Rp55 juta, Gubernur (Jabar) Rp50 juta, sementara Walikota (Bandung) sudah bersedia membantu tapi belum pasti nominalnya, dan akan diberikan nanti setelah tim kembali ke Indonesia,” jelas Bonang.

Road to Paris
Sepakbola merupakan salah satu program yang dijalankan Rumah Cemara, sejak 2008 lalu. Ketika mendapat kesempatan berlaga di Homeless World Cup, Rumah Cemara begitu antusias menggelar seleksi namun masih dalam lingkup regional Bandung.

Selain bisa bermain sepakbola, peserta yang memiliki latar belakang isu sosial, seperti kemiskinan dan pengangguran, lebih diprioritaskan. Karena tak hanya sekadar tim sepakbola, mereka juga diharapkan mampu menjadi sarana kampanye HIV-AIDS.

Tim pun terbentuk dan menetapkan delapan pemain untuk diberangkatkan ke Paris. Mereka adalah Drajat Ginanjar (kapten tim), Sandy Gempur, Gin Gin Sofyan, Tri Eklastesa, Rony Suryadhani, Andre, Aris, dan satu-satunya pemain yang berasal dari Jakarta, Edward Supuseta. Mereka didampingi pelatih Reonardus Adim dan manajer asal Amerika Serikat, Katte Otto.

Meskipun memiliki latar belakang sebagai penganguran, pecandu narkoba, bahkan empat pemain positif menderita HIV-AIDS, mereka enggan berkecil hati. Bagi mereka, ajang Homeless World Cup merupakan momen tepat untuk membuktikan bahwa sebagai ‘sampah daur ulang’, kaum yang termarginalkan dan dianggap lemah secara fisik, tapi mampu meraih prestasi.

Terbukti, sejak pertandingan pertama penyisihan grup pada 21 Agustus lalu, Sandy dan kawan-kawan belum terkalahkan. Di tahap pertama, Indonesia tergabung dalam Grup G bersama Skotlandia (8-8, adu penalti), Kirgistan (9-4), Rumania (7-4), Jerman (6-5), dan Irlandia (8-7).

Indonesia melaju ke tahap kedua dengan predikat juara grup. Kali ini, Indonesia masuk dalam Grup D bersama Denmark, Rusia, Italia, Belanda, dan Ukraina. Di pertandingan pertama, Rabu kemarin, Indonesia mampu menundukkan Denmark 7-4. Pertandingan berikutnya Indonesia dijadwalkan menghadapi Rusia, hari ini waktu setempat.

Tekad Pulang Membawa Trofi
Motivasi tim sepakbola Rumah Cemara mengikuti Homeless World Cup terbilang besar. Rasanya, seluruh tim berambisi kembali ke Tanah Air dengan membawa trofi kemenangan, tak terkecuali tim Merah Putih. Meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka bertekad mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara.

“(Target) menjadi juara, sudah jelas!” cetus Bonang. “Mereka ingin diakui eksistensinya dan sangat bangga bisa mengharumkan negara di pentas dunia. Ini merupakan kesempatan besar bagi mereka karena pemain hanya boleh sekali mengikuti ajang ini,” tambahnya.

Kompetisi yang diikuti 48 negara ini akan berlangsung hingga 28 Agustus mendatang. Tahap kedua dibagi menjadi dua seksi, dimana seksi pertama dihuni 24 tim yang dipecah menjadi empat grup, yakni Grup A-D, sementara 24 tim lainnya disebar dalam Grup E-H.

Trophy stage, yakni tahap terakhir dimana posisi setiap tim di masing-masing grup akan menentukan mereka layak bersaing memperebutkan enam trofi, antara lain trofi Homeless World Cup yang paling bergengsi, Dignitary Cup, City Cup, Host Cup, Community Cup, dan trofi INSP Networking.

Setelah mengikuti kompetisi tersebut, para pemain dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 1 September mendatang. Namun, Gin Gin Sofyan, Drajat Ginanjar dan pelatih Adim langsung terbang ke Inggris, lantaran mendapat beasiswa dari salah satu lembaga swadaya masyrakat setempat, Brington. Rencananya, mereka akan mengikuti pelatihan sepanjang 1-15 September.

“Kesempatannya memang hanya untuk tiga orang. Kami menunjuk Gin Gin dan Ginan karena tak hanya bisa bermain sepakbola, tapi mereka memiliki kemampuan untuk presentasi dan sosialisasi dalam kampanye kami,” terang Bonang. "Kalau Sandy sudah ada klub profesional Indonesia yang ingin merekrutnya, tapi kami belum tahu nama klubnya," lanjutnya lagi.

Tentunya, harapan besar masyrakat Indonesia seakan menjadi beban sekaligus motivasi mereka untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Tak sekadar menjadi juara di lapangan, namun mereka diharapkan mampu menanamkan paradigma baru di masyarakat, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk tidak mengukir prestasi.

VIVAnews

04:51 | 0 comments | Read More

World Cup 2011, Indonesia Tantang Brasil di Perempat Final




Tim Tuna Wisma Indonesia akan menantang Brasil di perempat final Homeless World Cup 2011. Meski kalah 5-7 dari Ukraina di laga terakhir Grup D, Jumat 26 Agustus 2011, Indonesia tetap menjadi runner-up dan berhak ke perempatfinal.

Kekalahan dari Ukraina, yang keluar sebagai juara Grup D, membuat Indonesia mengoleksi sembilan poin hasil tiga kali kemenangan dan dua kekalahan. Sebelumnya Indonesia sukses menekuk Denmark, Italia dan Belanda di babak grup.



Selanjutnya Indonesia akan menantang Brasil di perempat final. Brasil merupakan juara Grup C dan memiliki rekor sempurna di Homeless World Cup 2011 sejauh ini. Dari lima laga yang dilewati di Grup C, Brasil sukses sapu bersih kemenangan.

Indonesia, yang diwakili tim sepakbola Rumah Cemara, pantas berbangga di ajang ini. Pasalnya, Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia di babak perempatfinal.

Kapten tim Indonesia, Derajat Ginandjar, mengaku Brasil lebih diunggulkan di laga perempatfinal nanti. Derajat menilai fokus persiapan timnya jelang menghadapi Brasil adalah perbaikan mental. "Supaya mainnya lebih santai, lebih nyaman," ujar Derajat seperti dilansir Radio Nederland.

Selain mental, Derajat mengaku timnya masih harus beradaptasi dengan suhu rendah di Paris, Prancis. Meski sedang musim panas, suhu Paris cukup dingin sekitar 17 sampai 22 derajat Celcius. "Jadi kami harus menyesuaikan diri dengan cuaca dingin," papar Derajat.

Perempatfinal lainnya mempertemukan Nigeria melawan Meksiko, Chile menghadapi Kenya dan Ukraina melawan Skotlandia.

VIVAnews

04:47 | 0 comments | Read More

Timnas Merah Putih PSSI bertolak ke Yordania




Timnas Merah Putih di bawah asuhan Wim Rijsbergen siap bertolak ke Yordania untuk menjalani pertandingan ujicoba internasional sebelum turun pada Pra Piala Dunia 2014 putaran ketiga melawan Iran.

Firman Utina dan kawan-kawan dijadwalkan bertolak ke Yordania melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa sore dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates dengan rute Jakarta-Dubai-Amman, setelah sebelumnya berangkat dari Solo.

Untuk menghadapi pertandingan ujicoba terakhir ini, pelatih Wim Rijsbegen membawa 23 pemain yang kondisinya dinilai baik meski baru saja menjalani pertandingan ujicoba melawan Palestina di Stadion Manahan Solo, Senin (22/8).



Dari 23 pemain itu tidak tercatat nama Boas Salossa yang pulang ke kampung halamannya di Papua serta pemain tengah enerjik Ahmad Bustomi yang mengalami sakit sejak beberapa hari yang lalu.

Namun, pelatih asal Belanda itu tetap memasukkan nama Hariono pada daftar pemain yang diberangkatkan meski saat ini mengalami luka pada bagian pelipis setelah bertabrakan dengan pemain Palestina pada pertandingan ujicoba.

Pemain Persib Bandung yang tipikal bermain ngotot itu harus menjalani perawatan intensif dan mendapatkan enam jahitan dipelipisnya.

"Kondisi Hariono telah membaik. Jadi tetap diberangkatkan," kata Media Officer Timnas Desy Christina saat dikonfirmasi dari Jakarta.

Selain Boas Salossa dan Ahmad Bustomi, yang tidak tercatat pada daftar pemain adalah pemain belakang Ricardo Salampessy. Pemain Persipura itu hingga saat ini masih menjalani pemulihan cedera hamstring.

Berikut 23 nama pemain yang dibawa ke Yordania. Tiga penjaga gawang yaitu Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana dan I Made Wirawan. Untuk pemain belakang Hamka Hamzah, M. Roby, Wahyu Wijiastanto, Benny Wahyudi, Amrizal, Zukifly Syukur dan M. Nasuha.

Pengisi pos pemain tengah Hariono, M. Ridwan, Supardi, Eka Ramdani, Oktovianus Maniani, Tony Sucipto, M. Ilham, Firman Utina dan Arif Suyono. Serta empat pemain depan yaitu Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, Irfan Bachdim dan Ferdinan Sinaga.

Setelah menjalani pertandingan ujicoba di Yordania, timnas Merah Putih akan menjalani pemusatan latihan di Amman sebelum turun dipertandingan resmi melawan Iran di Teheran, 2 September nanti.

ANTARA/

01:37 | 0 comments | Read More

Masukkan email address anda untuk mendapatkan berita terbaru:

Delivered by FeedBurner

Add to Google Reader or HomepagePowered by FeedBurnerSubscribe in Bloglines